Jeddah, Arab Saudi
Evergreen city guide with quick facts, travel, business, and culture.
Arab SaudiMakkah
Ikhtisar
Jeddah adalah gerbang Laut Merah sekaligus kota terbesar kedua Arab Saudi — rumah bagi satu-satunya kawasan kota berstatus UNESCO di negara ini (Jeddah Bersejarah/Al-Balad, ditetapkan 2014), titik kedatangan utama jemaah Haji dan Umrah dunia lewat Bandara King Abdulaziz, dan Corniche sepanjang 30 km yang membentuk kehidupan publik kota.
Al-Balad — Warisan UNESCO
Kawasan bersejarah berusia 600 tahun dengan rumah menara batu karang dan mashrabiya berukir, ditetapkan UNESCO 2014 sebagai 'Gerbang ke Mekkah'.
Gerbang Haji dan Umrah
Bandara King Abdulaziz (JED) dengan Terminal Haji seluas 510.000 m², titik kedatangan utama jemaah dari Indonesia dan dunia menuju Mekkah dan Madinah.
Corniche dan Laut Merah
Promenade tepi laut sepanjang 30 km dengan Air Mancur King Fahd tertinggi di dunia, Masjid Terapung Al-Rahmah, dan area menyelam/snorkeling Laut Merah.
Seni Kontemporer
Hayy Jameel (kompleks budaya 17.000 m² dengan bioskop pertama Saudi pasca larangan 35 tahun), Galeri Athr, dan Museum Patung Jeddah di sepanjang Corniche.
Panduan wisata
Bagi jemaah Indonesia, Jeddah adalah nama yang sudah akrab jauh sebelum berangkat — inilah gerbang utama dunia untuk Haji dan Umrah lewat Bandara King Abdulaziz (JED), yang mengoperasikan Terminal Haji seluas 510.000 meter persegi, salah satu terminal penumpang terbesar di dunia, dirancang khusus menampung lonjakan kedatangan jemaah dari Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Mesir, dan negara lain saat musim Haji dan Umrah. Dari JED, jemaah menuju Mekkah (sekitar 80 km, 1 jam perjalanan darat) lewat kereta cepat Haramain, bus, atau transportasi carteran. Bagi WNI Muslim, visa Umrah diajukan sepanjang tahun lewat platform resmi Nusuk (dikelola Kementerian Haji dan Umrah) atau lewat PPIU berizin di Indonesia; visa Haji diterbitkan lewat kuota nasional via platform Nusuk Hajj, dengan jendela pengajuan tiap musim semi.
Di luar makna keagamaannya, kawasan bersejarah Al-Balad — sekitar 1 km dari garis pantai asli — ditetapkan UNESCO pada 2014 sebagai 'Jeddah Bersejarah, Gerbang ke Mekkah': kawasan padat berusia 600 tahun berisi rumah menara berbahan batu karang dengan mashrabiya (balkon kayu berukir berpola geometris Islam) dan gang sempit yang disebut sikka. Kota modernnya membentang di sepanjang Corniche sepanjang 30 km, dihiasi patung seni publik terbuka (termasuk karya Henry Moore dan Alexander Calder), Air Mancur King Fahd (tertinggi di dunia, semburan hingga 312 meter), dan Masjid Terapung Al-Rahmah yang berdiri di atas tiang di Laut Merah. Arab Saudi membuka e-visa turis sejak September 2019 bagi sekitar 66 negara — TIDAK termasuk Indonesia, sehingga jalur resmi bagi WNI tetaplah Umrah/Haji lewat PPIU dan Nusuk, bukan e-visa turis. Musim panas (Mei-September) sangat panas (35-42°C dengan kelembapan tinggi); musim paling nyaman adalah November-Maret.
Diplomatic missions in Jeddah
1 embassy based in this city, grouped by region.