Riyadh, Arab Saudi

Evergreen city guide with quick facts, travel, business, and culture.

Ikhtisar

Riyadh adalah ibu kota Arab Saudi yang berubah pesat — kota gurun di dataran tinggi Najd tempat lahir kerajaan Saudi yang direstorasi dari bata lumpur dan souk tradisional berdampingan dengan menara pencakar langit, distrik hiburan baru, dan tebing gurun dramatis Edge of the World.

Warisan dan Sejarah

Diriyah dan At-Turaif berstatus UNESCO, Benteng Masmak, dan Museum Nasional Arab Saudi kelas dunia.

Souk dan Kehidupan Tradisional

Karpet dan barang antik Souq Al Zal, pasar emas, serta pasar unta Badui di pinggiran kota.

Riyadh Modern

Jembatan Langit Kingdom Centre, Menara Al Faisaliah, dan distrik hiburan baru Riyadh Season.

Gurun dan Edge of the World

Titik pandang tebing Edge of the World, Wadi Hanifah, serta gumuk pasir dan kota bersejarah Najd.

Panduan wisata

Riyadh, ibu kota sekaligus kota terbesar Arab Saudi, terletak di jantung Semenanjung Arab di dataran tinggi Najd, dan telah berubah lebih cepat dibanding hampir semua kota di dunia sejak Kerajaan membuka diri untuk pariwisata lewat e-visa pada 2019. Jangkar sejarahnya adalah Diriyah, di sisi barat laut kota: distrik At-Turaif yang direstorasi dari bata lumpur, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, adalah rumah asli negara Saudi dan dinasti Al Saud, kini menjadi destinasi warisan dan kuliner yang diterangi indah berisi istana, museum, dan lembah kebun kurma. Di pusat kota, Benteng Masmak berdinding tanah liat mengingatkan pada penaklukan kota awal abad ke-20 yang mendirikan Kerajaan modern, dan Museum Nasional yang sangat baik menceritakan kisah lebih luas tentang Arab dari masa prasejarah hingga kini. Kota modernnya tampak dari menara-menaranya — Kingdom Centre dengan siluet khas berbentuk 'pembuka botol' dan jembatan langit kaca, serta Menara Al Faisaliah dengan bola emasnya — dan dari gelombang atraksi baru yang didorong reformasi Visi 2030: zona hiburan dan konser Riyadh Season, Boulevard World, restoran, seni, dan kehidupan malam yang tidak ada satu dekade lalu. Kehidupan tradisional tetap berkembang di souk — Souq Al Zal untuk barang antik dan karpet, pasar emas dan Deira — serta pasar unta di pinggiran kota. Namun pemandangan paling spektakuler Riyadh ada di luar kota: Edge of the World (Jebel Fihrayn), tempat tebing Tuwaiq jatuh curam di atas dataran gurun tanpa batas, perjalanan sehari klasik dengan mobil 4x4. Riyadh adalah kota konservatif dan jantung keagamaan Kerajaan, jadi pengunjung sebaiknya berpakaian sopan dan menghormati waktu shalat; alkohol dilarang sepenuhnya. Musim sejuk November-Maret jauh lebih nyaman, sementara musim panas sangat terik.
Diplomatic missions in Riyadh

3 embassies based in this city, grouped by region.